Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani Antar INALUM Raih Gold ISDA 2026

Batu Bara — Baratapost.com |  PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 melalui program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya perusahaan dalam mendorong pengelolaan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Kepala Grup Layanan Strategis INALUM, Daniel Hutauruk, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian.

“Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel melalui Humas Inalum pada Senin, (18/10/2026)

ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD). Ajang ini memberikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaiannya mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan berlandaskan prinsip ISO 26000.

Salah satu program yang meraih penghargaan Gold ISDA 2026 adalah Bank Sampah Berseri. Program yang dikembangkan di Desa Kuala Tanjung ini menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mendorong masyarakat mengelola sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut rata-rata mengelola 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram sampah anorganik per tahun. Pengelolaan ini turut membantu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

INALUM menjalankan program melalui pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, dan peningkatan partisipasi warga serta sekolah sebagai nasabah. Dengan pendekatan tersebut, Bank Sampah Berseri tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong kebiasaan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab.

Program kedua yang meraih penghargaan Gold adalah Gubuk Jamur Dani, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya jamur tiram putih.

Sebelum memperoleh dukungan dari INALUM, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi 90 baglog per hari dengan hasil panen sekitar 3–8,5 kilogram per hari. Setelah mendapatkan bantuan mesin steamer, kapasitas produksinya meningkat menjadi 270 baglog per hari, dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari.

Selain memberikan bantuan peralatan, program ini mencakup pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mengembangkan usaha secara produktif serta berkelanjutan.

Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang. Usaha tersebut juga mampu mencatat pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan dan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan. Capaian ini menunjukkan potensi pengembangan usaha berbasis lokal dalam membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, INALUM mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola serta mengembangkan usaha secara mandiri.

Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan INALUM dalam menjalankan TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan. Perusahaan berupaya mengembangkan potensi lokal melalui penguatan kapasitas masyarakat, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun kegiatan ekonomi produktif.

Daniel menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penghargaan ISDA 2026 menjadi dorongan bagi INALUM untuk terus mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Melalui semangat tumbuh bersama masyarakat, INALUM berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *