Batu Bara — baratapost.com | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) resmi memasuki usia ke-50. Momentum usia emas ini dimaknai sebagai titik refleksi sekaligus penguatan komitmen perusahaan dalam mendukung industri aluminium nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa perjalanan lima dekade bukan sekadar soal usia. Lebih dari itu, usia emas ini menunjukkan konsistensi INALUM menjaga relevansi, ketangguhan, dan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa INALUM terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak berdiri, INALUM hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau dan terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta masyarakat,” ujar Melati melalui Humas INALUM, Rabu (6/1/2025)
Memasuki usia emas, INALUM memilih cara berbeda dalam merayakan perjalanan perusahaan. Dengan mempertimbangkan kondisi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, perusahaan memutuskan meniadakan selebrasi HUT ke-50 seperti panggung hiburan dan jalan santai. Sebagai gantinya, seluruh anggaran dialihkan untuk program Tanggung Jawab Sosial (CSR) berupa bantuan bagi masyarakat terdampak di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Langkah ini mencerminkan empati sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, inisiatif tersebut selaras dengan prinsip keberlanjutan dan komitmen INALUM sebagai BUMN strategis yang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.
Selain memperkuat peran sosial, INALUM juga menorehkan pencapaian membanggakan dalam perjalanan industri aluminium nasional. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat ALL TIME HIGH dengan produksi 280.082 MT dan penjualan 280.141 MT. Capaian ini menjadi bukti kokohnya fondasi operasi, penerapan inovasi berkelanjutan, serta efektivitas strategi bisnis perusahaan.
Prestasi tersebut menegaskan posisi INALUM sebagai produsen aluminium nasional yang tangguh, andal, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika industri aluminium global. Ke depan, INALUM akan terus memperkuat inisiatif strategis untuk membangun Industri Aluminium Terpadu yang semakin kuat.
Sebagai BUMN industri aluminium terintegrasi, INALUM mengelola PLTA dan memproduksi aluminium primer untuk kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor. Didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia–Jepang, perusahaan resmi menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013. Setelah sempat menjadi holding industri pertambangan pada 2018, sejak 2023 INALUM berstatus sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID.
Perayaan syukuran usia emas dilaksanakan secara hybrid dari Jakarta, Kuala Tanjung, dan Paritohan sebagai simbol sinergi operasional. Pada saat yang sama, INALUM juga menggelar Operasi Katarak Gratis dan kegiatan donor darah bersama PMI Batubara di Tanjung Gading, Sumatera Utara.
Dengan capaian kinerja, kepedulian sosial, dan komitmen keberlanjutan, INALUM semakin meneguhkan eksistensi sebagai pilar utama industri aluminium nasional dan mitra pembangunan bagi Indonesia. (Ak)






