Komitmen Keberlanjutan INALUM Makin Nyata, Ratusan Ribu Pohon Ditanam di Kawasan Danau Toba

Batu Bara — Baratapost.com | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan pelat merah ini menunjukkan dedikasi dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi mendatang.

Komitmen keberlanjutan INALUM diwujudkan melalui berbagai program strategis. Mulai dari pengurangan emisi, penerapan standar lingkungan internasional, hingga rehabilitasi ekosistem di kawasan operasional perusahaan.

Dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan, INALUM menjalankan sejumlah langkah untuk menekan dampak lingkungan dari proses produksi aluminium.

Perusahaan menggunakan energi listrik ramah lingkungan yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain itu, INALUM juga melakukan transisi penggunaan bahan bakar dari solar ke Liquefied Natural Gas (LNG) pada proses pemanggangan anoda.

Langkah tersebut diperkuat dengan penggunaan sistem pembersihan gas untuk mengurangi emisi polutan seperti Hydrogen Fluoride (HF), Sulfur Oksida (SOx), Nitrogen Oksida (NOx), dan partikulat.

Tak hanya itu, INALUM juga menerapkan teknologi kontrol blue box untuk mencegah emisi Perfluorocarbon (PFC), salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak besar terhadap perubahan iklim.

Sebagai bentuk transparansi terhadap dampak lingkungan produknya, INALUM telah menerbitkan Environmental Product Declaration (EPD) untuk produk Aluminium Ingot G1.

Sertifikasi tersebut terdaftar dalam The International EPD® System dan berlaku hingga tahun 2030. Kehadiran EPD menjadi bukti bahwa perusahaan menjalankan praktik bisnis yang memperhatikan aspek lingkungan secara terukur dan terbuka.

Selain berfokus pada operasional yang ramah lingkungan, INALUM juga menjalankan berbagai program konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Perusahaan secara aktif menjaga ekosistem di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba melalui program konservasi air, hutan, dan lahan. Di saat yang sama, INALUM turut memperkuat kapasitas masyarakat sekitar agar mampu berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Komitmen keberlanjutan INALUM juga terlihat melalui berbagai capaian rehabilitasi lingkungan sepanjang periode 2022 hingga 2024.

Di Kabupaten Batu Bara, perusahaan berhasil merehabilitasi kawasan mangrove seluas 22,9 hektare dengan menanam lebih dari 114.250 bibit mangrove.

Sementara itu, di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba, INALUM telah melakukan penanaman sekitar 515.000 pohon pada lahan seluas 1.130 hektare.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus menjaga fungsi lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

Melalui berbagai langkah tersebut, INALUM menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengelola sumber daya alam. Lebih dari itu, perusahaan juga berkomitmen membangun ekosistem yang berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *