Batu Bara — Baratapost.com | PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan IN-Journal Chapter II. Mengusung tema “Menulis Jejak untuk Bumi”, kompetisi karya jurnalistik ini menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan dan insan media untuk meningkatkan literasi publik mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar pada 22 Juli 2026 ini merupakan lanjutan dari keberhasilan IN-Journal Chapter I. Melalui program tersebut, INALUM mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis berbasis sumber daya alam, INALUM menilai keberlanjutan tidak cukup diwujudkan melalui program konservasi di lapangan. Perusahaan juga memandang penyebaran informasi yang akurat dan edukatif sebagai bagian penting dalam menggerakkan kesadaran publik.
Corporate Secretary PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Mahyaruddin AR, mengatakan media memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan media yang telah berpartisipasi dalam IN-Journal Chapter II. Kualitas karya yang terus meningkat menunjukkan besarnya kepedulian jurnalis terhadap isu-isu lingkungan. Kami berharap IN-Journal dapat terus menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya melalui humas INALUM pada Kamis, (23/7/2026).
Antusiasme peserta pada tahun ini juga meningkat. Sebanyak 53 jurnalis dari berbagai daerah di Sumatera Utara mengirimkan 65 karya jurnalistik yang berasal dari Medan, Batu Bara, Kisaran, Toba, Tebing Tinggi, Karo, Deli Serdang, Simalungun, Rantau Prapat, hingga Humbang Hasundutan.
Karya-karya tersebut mengangkat beragam isu konservasi, mulai dari rehabilitasi kawasan Danau Toba, pelestarian mangrove di wilayah pesisir, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga berbagai inisiatif lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seluruh karya dinilai secara independen berdasarkan orisinalitas, kedalaman materi, akurasi data, kualitas penulisan, serta kesesuaian dengan tema.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut daftar pemenang IN-Journal Chapter II:
Juara I: Annisa Khairani Siregar (Desir.id) melalui karya “Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli”.
Juara II: Deddi Gunawan Hutajulu (Dailyklik.id) melalui karya “Mangrove Adalah Kehidupan”.
Juara III: Zaim Dzaky Sanjaya (Mimbar Umum Online) melalui karya “Dari Akar Hingga Ombak, Jejak yang Menjaga Kehidupan”.
Harapan I: Putra Arissandi Sianipar (Batubarainfo.com) melalui karya “Benteng Hijau di Ujung Muara, Saat Mangrove Melindungi Kampung Nelayan dari Ancaman Abrasi”.
Harapan II: Olo Sirait (Metro-Online.co) melalui karya “PT INALUM Perkuat Program Konservasi”.
Tema konservasi yang diangkat dalam IN-Journal Chapter II sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan INALUM.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelestarian lingkungan, seperti revegetasi wilayah operasi, pemantauan keanekaragaman hayati, konservasi flora dan fauna endemik, pemeliharaan daerah aliran sungai, hingga penanaman pohon di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba.
Sepanjang 2025, INALUM telah menanam lebih dari 200.000 pohon di kawasan Danau Toba dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Selain itu, perusahaan juga menanam 15.000 bibit mangrove bersama masyarakat di Kabupaten Batu Bara sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Keberhasilan IN-Journal Chapter II menjadi pijakan bagi INALUM untuk menghadirkan IN-Journal Chapter III yang akan mengangkat tema hilirisasi. Melalui program ini, INALUM berharap kolaborasi dengan insan media semakin kuat, sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi, keberlanjutan, dan hilirisasi sebagai fondasi pembangunan industri nasional yang berdaya saing. (AK)






