Aceh Utara, Barata Post – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melaksanakan serangkaian program lingkungan, Kamis (2/7/26) yang mengintegrasikan upaya mitigasi perubahan iklim, pelestarian ekosistem, serta penguatan ketahanan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi penanaman 2.000 pohon, transplantasi terumbu karang, serta pemasangan Early Warning System (EWS) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung
pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Perubahan iklim yang berdampak pada perubahan pola cuaca, meningkatnya risiko bencana, hingga menurunnya kualitas ekosistem menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.
Melalui berbagai aksi nyata
ini, PIM ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku
kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Sebanyak 2.000 pohon yang terdiri dari aneka komoditas bibit unggul pohon produktif diantaranya bibit
pohon mangga, kelapa hibrida, jengkol, aren, matoa, bambu, ingul dan kayu manis.
Adapun Lokasi penanaman terdiri dari empat titik, yaitu Desa Bangka Jaya sebanyak 500 bibit pohon, Kecamatan Sawang sebanyak 550 bibit pohon, Kecamatan Langkahan sebanyak 550 bibit pohon, serta beberapa titik Lokasi di
lingkungan Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda sebanyak 400 bibit pohon.
Kegiatan penanaman pohon tersebut juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lahan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah kawasan Aceh Utara.
Melalui penghijauan, kawasan terdampak
diharapkan dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang lebih baik sekaligus meningkatkan daya dukung lingkungan terhadap perubahan iklim.
Mengusung konsep Gerakan 1 Rumah 1 Pohon, PIM mendorong setiap rumah memiliki dan merawat sedikitnya satu pohon produktif.
Selain berfungsi menyerap karbon, menghasilkan oksigen, dan memperbaiki kualitas lingkungan, pohon-pohon tersebut juga dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang
dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat pesisir yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan, pohon produktif diharapkan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan ketika kondisi cuaca
tidak memungkinkan untuk melaut.
Dengan demikian, penghijauan tidak hanya mendukung mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Sedangkan untuk wilayah lainnya yang sebelumnya terdampak bencana banjir diharapkan dengan adanya tanaman produktif ini, dapat mengembalikan fungsi lahan, dan memperbaiki kembali ekosistem dan struktur tanah.
Adapun pelaksanaan kegiatan penanaman pohon dari beberapa lokasi tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak Kecamatan
dan pihak Desa, sehingga pelaksanaan terkoordinasi dan terlaksana dengan baik.
Sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut, PIM juga melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di Sabang. Program ini, menggunakan modul berbentuk laba-laba (spider web) yang memanfaatkan tube bekas hasil fabrikasi PT Pupuk Iskandar Muda sehingga selain mendukung pemulihan terumbu karang, juga mengoptimalkan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai guna.
Terumbu karang memiliki
peran penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus penyangga kehidupan masyarakat pesisir.
Selain itu, PIM turut memasang Early Warning System (EWS) sebagai bagian dari peringatan dini bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sehingga upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dapat berjalan seiring dengan
langkah mitigasi yang dilakukan.
Vice President K3LH PT Pupuk Iskandar Muda, Usman, mengatakan bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan pendekatan yang menyeluruh melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Hari Lingkungan Hidup
Sedunia menjadi momentum untuk mengubah kepedulian menjadi tindakan,” Kata Usman.
Vice President K3LH PT.PIM menambahkan,Melalui penanaman pohon,
konservasi ekosistem laut, dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat, kami ingin menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat. Perubahan besar selalu
diawali oleh langkah-langkah yang dilakukan secara bersama.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak atas kontribusi dan dukungan positif sehingga seluruh kegiatan yang telah diagendakan dapat berjalan lancar,” Lanjut Usman.
Pelaksanaan berbagai kegiatan ini
tentunya menjadi sebuah langkah dalam mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan potensi terjadinya bencana, ungkap Usman.
“Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, saatnya bergerak bersama untuk menjaga bumi dan masa depan,” tutup Usman. (Andri Syahputra)






