Lhoksukon, Barata Post – Untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dalam sistem kegawatdaruratan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan menggandeng Organisasi Kemanusiaan MER-C Indonesia dan MER-C Training Center (MTC).
Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Workshop Fundamental Emergency Response in Maternal, Neonatal and Children (FER in MNC) yang berlangsung di Aceh Utara pada 27 April hingga 6 Mei 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menargetkan peningkatan kapasitas SDM ini mampu menciptakan ketahanan sistem kesehatan daerah yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat di masa depan
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Utara, Dr. Fauzan, S. STP, MPA yang mewakili Bupati H. Ismail A. Jalil, SE, MM, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi ini merupakan bagian dari upaya menaikkan kelas RSUD dr. Muchtar Hasbi sebagai rumah sakit rujukan.
“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Tenaga kesehatan kita harus siap menjadi buffer atau penyangga pelayanan kesehatan, terutama dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan bencana,” ujarnya di Aceh Utara, Rabu (6/5).
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas 25 perawat dan 25 bidan yang berasal dari RSUD dr. Muchtar Hasbi serta 32 Puskesmas di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Selama kegiatan, para peserta dibekali penguatan teori, skill station, hingga simulasi penanganan kegawatdaruratan medis.

Sementara itu, Representatif MER-C Indonesia, Ira Hadiati, S.H., mengapresiasi antusiasme para tenaga kesehatan di daerah tersebut. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat membangun budaya pelayanan emergensi yang cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Selain kompetensi klinis, kegiatan ini juga memperkuat jejaring koordinasi antar-fasilitas kesehatan. Harapannya, sistem rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit menjadi lebih efektif,” kata Ira.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian peserta, MER-C Indonesia juga menyerahkan bantuan Bidan Kit kepada sejumlah peserta terbaik guna menunjang pelayanan kebidanan dan penanganan kegawatdaruratan maternal serta neonatal di lapangan.
Adapun peserta terbaik pada pelatihan BTCLS diraih oleh Ns. Mei Daliatun, Teuku Muhammad Muzammil, dan Ns. Fadhlina. Sedangkan pada lokakarya FER in MNC, penghargaan diberikan kepada Bd. Zuraida, Bd. Nurheriani, dan Bd. Wirna. (advertorial)






